Akan Dibangun Kawasan Hunian Syari’ah di Bekasi dengan Nama Madinah City

Segera dibangun sebuah kawasan Islami di Bekasi yang menyediakan tempat tinggal tanpa Bank khusus buat konsumen muslim. Kawasan dengan Tagline  ‘Kota Madani di Timur Laut Jakarta’ itu akan ada di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Perusahaan properti berbasis syariah, PT Darussalam Madani Properti akan mengembangkan lahan seluas 1.000 hektare di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat untuk pembangunan pemukiman islami dengan nama Madinah City.

“Kami ingin ikut dalam memenuhi kebutuhan perumahan yang pada akhir tahun 2017 masih mencapai jumlah tiga belas setengah juta unit di Indonesia,” kata CEO PT Darussalam Madani Properti Syaiful Azmi Aziz.

Tipe dan Harga Rumah di Kawasan Perumahan Bebas Riba Madinah City

Type rumah yang dijual belikan di antaranya 27/70, 30/84, 36/105, 48/120, dan 55/150. Harga jual rumah di Madinah City mulai dari Rp 269 juta dengan tipe 27/70 untuk kalangan menengah ke atas. Head of Marketing, CEO and Lead Consultant Madinah City, Deny Rahmad mengungkapkan, area hunian yang akan dibangun Darussalam Madani Properti ini segmennya adalah pembeli muslim. Dikarenakan, kata Deny, cita-cita dari pemilik PT Darussalam Madani Properti, yaitu Abu Umar Abdul Aziz seorang penghafal Al Quran, ingin membuat kawasan perumahan yang orang-orangnya hafal kitab suci Al Quran.

Kawasan Pemukiman Madinah City nantinya akan dibangun di area seluas 161 hektar. CEO PT Darussalam Madani Properti, Syaiful Azmi Aziz menyatakan bahwa tahap pertama yang dikembangkan ialah seluas 75 hektare, sesuai izin dari pemerintah daerah. Hal ini dia ungkapkan di acara Gathering Madinah City di Bekasi, Minggu, 22 April 2018.

“Di tahap awal kami garap tujuh puluh lima hektar terlebih dahulu. Namun Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan seribu hektare lahan untuk kami kelola yang pengurusan izinnya diurus bertahap hingga lima tahun ke depan,” katanya. Menurut dia, tanah garapan seluas total 1.000 hektare ini adalah untuk pembangunan 50.000 unit rumah tinggal.

Aziz mengatakan, tahap pertama akan dibangun hingga tiga ribu unit rumah dengan empat unit cluster. Perusahaan mentargetkan unit sold out pada bulan Oktober tahun ini. Sejumlah klasterr mulai dipasarkan bulan Maret 2018.

Madinah City Adalah Kawasan Tempat Tinggal Syariah Bekasi Terbesar di Indonesia

Dana pembangunan fase pertama, kata dia, dikucurkan hingga Rp 1,5 triliun, yang diperoleh dari konsorsium. Bahkan perusahaannya berkolaborasi dengan investor yang berasal dari Timur Tengah. Menurut dia, lahan seluas itu sudah diplot ke Pemda setempat. Aziz mengatakan, Cabangbungin, meskipun terletak di di area bagian utara Bekasi dipilih karena di sana lahan yang tersedia masih cukup luas. Lahan ini sebagian besar ialah tanah berupa sawah. “Tata ruangnya bisa dibuat permukiman, dan itu sudah kami ploting,” kata dia.

Proses kawasan ini dimulai dengan pengolahan lahan yang saat ini masih berupa sawah pada bulan Oktober 2018. Pembangunan selesai insyaa Allah akhir tahun 2020. Jangkauan ke hunian ini, nanti akan ada jalan tol JORR 3, jadi tidak perlu lewat jalan tol Cikampek.

Madinah City ini akan menjadi tempat tinggal syariah terbesar, terlengkap dan terjangkau di Indonesia. Di kawasan Madinah City itu akan dibangun ruma-rumah dalam klaster bernama Islami, seperti Cluster Uhud, custer Madani, cluster Baitul Maqdis, dan cluster Cuba. Sekarang ini, yang sedang dipasarkan adalah cluster Madani dan Uhud. Penjualan cluster Madani dan Uhud ini menerapkan sistem transaksi dengan akad seratus % syariah serta uang muka yang boleh diangsur, tidak menggunakan BI cheking dan tanpa penalty. Dengan demikian proses pemilikan rumah di Madinah City sangat gampang.

Kawasan Hunian Syariah di Bekasi dengan Nuansa Kota Madinah

Aziz menyatakan, Madinah City adalah investasi dunia dan akhirat. Pengembang menerapkan konsep fasilitas Islami dengan fasad bangunan rumah modern dengan nuansa Kota Madinah. Terdapat masjid jami yang berdiri di atas tanah seluas 2 hectare berkonsep Masjid Nabawi dengan imam hafal 30 Juzz dan dikelola secara profesional. Selain itu, di Madinah City ada fasilitas pendidikan, pesantren, tahfidz Quran, area berkuda dan memanah, dan lain sebagainya. “Ini merupakan cluster terbesar di Indonesia berkonsep Islami,” kata Aziz.

Menurut Aziz, pembeli yang tengah ditargetkan adalah orang-orang muslim yang ingin menghindari riba perbankan konvensional.

“Usaha kami untuk memangkas backlog (kebutuhan tempat hunian) tersebut ialah dengan membangun unit-unit perumahan dengan konsep syari’ah di sejumlah daerah,” katanya.

Selain di Kabupaten Bekasi, kata dia, pihaknya sudah terlebih dahulu menggarap usaha serupa di Bogor, Padang, dan Yogyakarta.

“Kami tidak melibatkan perbankan, oleh karena itu tidak menerapkan konsep-konsep pembiayaan seperti ala perbankan. Terhadap konsumen, kami juga mempraktikkan konsep jual beli syari’ah tanpa riba yang tidak mengenakan bunga, denda, penalti, apalagi sita,” katanya.

Dia optimis, respon calon buyer yang tertarik pada konsep pembiayaan rumah syariah anti riba ini sudah semakin positif, bersesuaian dengan {pemahaman akan riba yang diyakini tidak membawa keberkahan|keyakinan akan riba yang tidak akan membawa.

“Lapisan masyarakat yang rutin mengkaji agama dengan mendatangi acara-acara kajian sudah makin banyak. Merekalah target customer kami, karena mereka lapisan yang sudah paham akan bahaya riba,” katanya.

Kawasan Hunian Syariah di Bekasi dengan Lokasi Super Strategis

Letak Madinah City di sisi timur laut Jakarta itu diproyeksikan akan terhubung dengan jaringan infrastruktur transportasi penghubung seperti Tol Jakarta Outer Ring Road II, LRT yang menghubungkan Kota Bekasi dan sebagian Jakarta.

“Cluster Madani on Madinah City juga memiliki lokasi super strategis yaitu cuma 10 km menuju Tol JORR, Bekasi Regency dua puluh kilo meter, cuma enam puluh menit ke Jakarta Utara, hanya 65 menit menuju Kota Bekasi. Ke pelabuhan peti kemas hanya 13 kilo meter, cuma 26 kilo meter ke Rengasdengklok, hanya 24 kilo meter  menuju Tugu Proklamasi Rengasdengklok dan hanya 25 kilo meter menuju Pantai Tanjungpakis,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *